Tuesday, May 30, 2006

go home ...

Akhirnya, bisa juga kami mendapat tiket untuk pulang ke Indonesia ... dan kami bisa terbang nanti malam ... pulang untuk menengok saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah ...

Alhamdulillah ... terima kasih ya Alloh atas segala kemudahan yang Kau berikan kepada kami ... terima kasih juga kepada sahabat-sahabat atas semua atensi yang telah diberikan kepada kami ... sekali lagi terima kasih ...

Monday, May 29, 2006

what we have to do ? ...

Ketika adek ipar mengabarkan bahwa keluarga di Klaten semua selamat dan rumah juga tidak rusak, saya sudah lega saja ... bahkan saya semakin lega karena ketika Emas bisa nelepon ke Klaten dan berbicara dengan Ibu dan beliau bilang baik-baik saja ...

Akan tetapi hati ini jadi was-was juga karena berita di detik.com menyebutkan bahwa kecamatan Wedi, tempat tinggal keluarga besar Emas, termasuk daerah yang paling parah kerusakannya ... apalagi setelah mendapat laporan pandangan mata dari keluarga Semarang yang kemaren sempat menengok ke Klaten ... gak terasa air mata ini bercucuran ketika tahu tempat-tempat di sekitar rumah kami hancur dan tempat-tempat yang biasa kami lewati telah rata dengan tanah ...

but ... what we have to do ? ...

Satu-satunya jalan agar hati ini tenang adalah PULANG ... ya PULANG ... agar kami dapat melihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa keluarga besar di Klaten tidak kurang suatu apa ... karena sangatlah mustahil, mereka akan menceritakan hal yang sebenarnya ... tentu mereka tidak mau kami yang diperantauan ini menjadi cemas dan khawatir ...

Ya Alloh, mudahkanlah segala urusan ... berilah kemudahan agar kami bisa pulang ke kampung halaman dan melihat secara langsung kondisi mereka ... bagaimanapun, Bapak dan Ibu pasti akan lebih tenang jika anak cucunya berkumpul dalam kondisi seperti ini ... amien ...

Saturday, May 27, 2006

earthquake hits Jogjakarta and Klaten ...

Tadi jam 4 pagi ada sms masuk ... mulanya dicuekin karena masih ngantuk berat ... but, tu message alert gak berhenti juga, kebetulan saya pake lagunya "tangga", jadi lumayan panjang ... malah begitu berhenti, ada lagi sms masuk ... gaswat dah, pasti terjadi sesuatu ...

Akhirnya dengan mata masih terpejam, Emas pun bangun ... ternyata dari adik-adik di Klaten dan Semarang ... waks, Jogja diguncang gempa 5,9 SR ... getarannya bahkan terasa sampai ke Semarang ...

Merapi meletus ? ternyata tidak ... btw, alhamdulillah keluarga di Klaten selamat tanpa kurang suatu apa ... tapi komunikasi gak bisa berlanjut ... mungkin line'nya sibuk ato malah jaringannya ikutan rusak ... sempet sms mbak Rini di Jogja, alhamdulillah keluarganya juga selamat meski rumah mereka di Bantul rusak cukup parah ...

Alloh menunjukkan kekuasaanNya ... ketika manusia sibuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan meletusnya Merapi, Alloh justru menguji dengan gempa yang sama sekali tidak diduga-duga ... dan ternyata merenggut banyak korban tewas ...

Sekarang, tugas kita hanyalah selalu mempersiapkan diri untuk sewaktu-waktu dipanggil olehNya, karena Alloh tidak pernah mengetuk pintu terlebih dulu kalo ingin memanggil kembali umatNya ...

Friday, May 26, 2006

spring roll ...

Dulu, kalo bikin spring roll saya pakai kulit spring roll frozen, cuma kalo dah mateng kulitnya jadi keras ... saya pun mulai belajar bikin kulitnya sendiri ... dengan beberapa kali trial and error, akhirnya saya temukan formula yang pas untuk membuat kulit lumpia ... tentu saja yang sesuai dengan selera saya dan suami, he-he-he ...

Resep saya ini untuk 50 buah karena saya biasa bikin spring roll untuk snack waktu suami saya maen bola atau untuk dibawa ke acara arisan atau ulang tahun ... so, buat yang pengen nyoba dalam jumlah sedikit ya resepnya dikurangi aja ...


Spring Roll

Bahan :

  • 50 lembar kulit lumpia (resep lihat di bawah)
  • 250 g wortel, potong korek api
  • 250 g tauge
  • 2 buah dada ayam, rebus, suwir-suwir
  • 3 batang daun bawang, iris halus
  • 1/2 buah bawang bombai, cincang halus
  • 4 siung bawang putih, cincang halus
  • garam dan merica bubuk secukupnya

Cara Membuat :

  • Tumis bawang putih hingga harum. Tambahkan bawang bombai cincang, aduk hingga layu.
  • Masukkan wortel, irisan daun bawang dan suwiran ayam, aduk rata. Tambahkan tauge dan bubuhi garam serta merica. Masak hingga semua bahan matang.
  • Ambil selembar kulit lumpia, beri 1 sdm adonan isi. Lipat kedua sisinya ke tengah lalu gulung. Rekatkan ujungnya dengan putih telur. Lakukan hingga bahan habis.
  • Panaskan minyak dalam jumlah yang cukup banyak lalu goreng spring roll hingga berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  • Sajikan dengan cabai rawit.

Kulit Lumpia

Bahan :

  • 250 g tepung terigu
  • 5 butir telur
  • 800 ml air
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm margarin, cairkan

Cara Membuat :

  • Campur tepung terigu, telur, air dan garam hingga menjadi adonan yang licin. Saring jika perlu.
  • Tambahkan margarin cair, aduk kembali hingga rata. Note : dengan penambahan margarin cair, kita tidak perlu mengoles wajan dadar dengan minyak.
  • Buat dadar tipis dengan menggunakan wajan dadar ukuran 18 cm. Note : untuk 1 resep kulit lumpia akan dihasilkan lk. 50 lembar dadar.

Thursday, May 25, 2006

perkedel ...


Salah satu pelengkap tumpeng nasi kuning adalah perkedel ... tetapi karena tumpeng ini untuk ulang tahun anak-anak, maka selain perkedel konvensional yang berbentuk bulat, saya juga membuat perkedel berbentuk kelinci dan ayam yang berfungsi sebagai hiasan juga ... mayan ribet ternyata, mesti bikin nak-nik'nya ... ya lumayanlah, not bad, he-he-he ...

Oya, buat yang pengen tau resep perkedel ala bunda Adit, nich resepnya ... simple en praktis khas pemalas, he-he-he ...

Bahan :
  • 1 kg kentang, kupas, potong-potong
  • 1 buah dada ayam, ambil dagingnya, cincang halus
  • 2 kuning telur
  • 2 sdm bawang merah goreng, haluskan
  • 1 sdm bawang putih goreng, haluskan
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :

  • Goreng kentang hingga matang, angkat dan tiriskan. Haluskan selagi masih panas.
  • Campur kentang halus dengan ayam cincang dan bumbui dengan bawang merah goreng, bawang putih goreng, merica dan garam. Tambahkan kuning telur, aduk hingga rata.
  • Jika adonan terlalu lembek untuk dibentuk, simpan sesaat dalam lemari pendingin.
  • Bentuk adonan sesuai selera, lalu goreng dengan apim kecil hingga matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.

sambel goreng ati ...

Ini adalah sambel goreng ati yang saya bikin sebagai pelengkap tumpeng nasi kuning ...


Sambel Goreng Ati

Bahan :
  • 1 kg hati sapi, rebus sampai empuk, potong dadu 1 cm, goreng
  • 50 butir telur puyuh, rebus, kupas
  • 5 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong
  • 3 iris lengkuas
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 500 ml santan sedang
  • garam dan gula pasir secukupnya
  • bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu Halus :

  • 10 buah cabai merah, buang bijinya
  • 10 butir bawang merah
  • 8 siung bawang putih

Cara Membuat :

  • Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Aduk-aduk hingga layu.
  • Masukkan irisan cabai merah, hati sapi dan telur puyuh, aduk rata.
  • Tuangi santan dna bubuhi dengan garam dan gula pasir, masak sambil sesekali diaduk hingga matang dan santan kering.
  • Angkat dan sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

Wednesday, May 24, 2006

the second tumpeng ...

Ini adalah kali kedua saya membuat tumpeng ... uniknya, keduanya dalam rangka Ulang Tahun Athira, anak seorang sahabat saya ...

Pertama kali bikin adalah ketika Athira ulang tahun ke-3, 4 tahun yang lalu ... dan kali ini saya bikin dalam rangka ulang tahunnya yang ke-7 ...

Walopun belum pernah bikin, kok saya berani-beraninya terima tantangan yach, he-he-he ... apalagi waktu bikin tumpeng pertama dulu, saya lagi hamil gedhe ... makanya, tumpengnya juga ala kadarnya banget ... sayangnya, saya gak punya dokumentasi tumpeng yang dulu, so jadi gak bisa dibandingin dah ada peningkatan ato enggak ...

Untuk tumpeng kali ini, lumayanlah kayaknya ... tadinya mau bikin tumpeng kerucut biasa, dicetak pake kertas tebel ... cuma karena waktu ngisi nasinya kurang ditekan, makanya tu tumpeng gak bisa berdiri tegak, jadi kayak menara pisa dah ... akhirnya, dari pada rubuh sebelum acara dimulai, dibikinlah tumpeng dengan cetakan memanfaatkan barang yang ada ...

Alhamdulillah, akhirnya bisa juga bikin tumpeng yang dapat berdiri dengan baik dan benar, he-he-he ... ntarlah, kalo mudik mau bawa cetakan tumpeng ah, sapa tau ada yang mau pesen tumpeng lagi :) ... Alhamdulillah'nya lagi, Emas setuju saja atas rencana saya itu, rayuannya maut sich, he-he-he ... tengkiyu honey ...


Kalo ngeliat pic di atas, kayaknya gak jelek-jelek amat ya tumpengnya, apalagi buat ukuran seorang pemula seperti saya, he-he-he ... boleh dong mbangga dikit ...

Lauk yang mengintari tumpeng nasi kuning ini terdiri dari irisan telur dadar, kering kacang dan teri, perkedel serta abon ... tapi tuan rumah juga menyediakan urap sayur, ayam goreng dan empal gepuk (enak euy, tumben bikinnya manis, he-he-he) ... ada juga sambel goreng ati dan laksa ayam kumplit ...

Sayang, gak semua sempet keambil pic'na karena keburu tamu-tamu datang sementara tuan rumah sama si pembuat tumpeng belum mandi ma sholat maghrib, he-he-he ...

bakmi jowo ...

Kalo saya lagi males masak, biasanya pelariannya ya bikin bakmi ini untuk makan malam ... kayaknya masih mendinglah dari pada cuma bikin indomie aja ... karena yang ini kan masih pake sayur sama ayam segala, jadi ya cukup bergizi lah, he-he-he ... nha kalo kebetulan stok sayur di kulkas lagi kumplit, saya suka pake sawi ijo ma tomat juga ... cuma karena kali ini stok sayur lagi miskin ya pake seadanya aja ...


Bakmi Jowo

Bahan :

  • 1 keping (35 g) mi kering, seduh air panas, tiriskan
  • 50 g bihun, seduh air panas, tiriskan
  • 1 buah dada ayam, rebus, suwir-suwir
  • 500 ml kaldu ayam
  • 2 lembar kol, iris kasar
  • 2 batang daun bawang, potong 2 cm
  • 2 tangkai seledri, iris halus
  • bawang merah goreng, untuk taburan
  • cabai rawit secukupnya

Bumbu Halus :

  • 2 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sdt merica butiran
  • 1 sdt garam

Cara Membuat :

  • Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan irisan kol dan daun bawang, aduk-aduk hingga layu.
  • Masukkan suwiran ayam dan kaldu. Biarkan mendidih.
  • Tambahkan mi dan bihun. Masak hingga semua bahan matang. Jangan lupa dicicipi agar rasanya sesuai selera. Angkat.
  • Ambil sebuah piring, beri cabai rawit sesuai selera dan gerus dengan sendok. Tuangi mi beserta kaldunya. Taburi dengan irisan seledri dan bawang merah goreng.
  • Sajikan selagi hangat.

Saturday, May 20, 2006

ayam goreng mbok berek ...

Hari ini menunya adalah urap (karena suami nemu bayem ijo sepulang sholat Jum'at), ikan asin plus ayam goreng ala mbok berek ... cuma, karena gorengnya sambil nyuci piring, alhasil tu ayam agak-agak sedikit gosyong, he-he-he ... oya, bikin ni ayam gara-gara lihat "Ayam Goreng dan Panggang Nusantara" bonus Kartini edisi 2059 ... buat yang pengen nyoba, resepnya ada dibawah yach ...

Ayam Goreng ala Mbok Berek

Bahan :

  • 1 ekor ayam, bagi 4 bagian, cuci bersih
  • 3 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 500 ml santan kental
  • 3 sdm tepung beras
  • minyak untuk menggoreng

Bumbu Halus :

  • 8 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1 sdt ketumbar, sangrai
  • 2 sdt garam
  • 2 sdt gula pasir

Cara Membuat :

  • Lumuri ayam dengan bumbu hingga terbalut rata. Biarkan selama 15 menit atau lebih agar bumbu menyerap.
  • Alasi dasar wajan dengan daun salam dan serai. Tata potongan ayam berbumbu diatasnya. Tuangi santan dan tutup wajan. Masak dengan api kecil selama 25 menit hingga ayam 3/4 matang. Angkat ayam dari bumbunya.
  • Ukur sisa bumbu rebusan dan tambahkan air hingga menjadi 250 ml. Tambahkan tepung beras, aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
  • Panaskan minyak dalam jumlah yang banyak. Celupkan potongan ayam dalam adonan tepung bumbu lalu goreng hingga matang dan lapisan tepung kering serta berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  • Goreng sisa adonan tepung bumbu sesendok demi sesendok hingga kering dan berwarna kecoklatan. Angkat dan taburkan ke atas ayam goreng. Sajikan.

Thursday, May 18, 2006

acar kuning tenggiri ...

Kebetulan punya stock tenggiri di kulkas ... tapi kok gedhe-gedhe yach ... mau dibikin "tanggigi steak" ala Mario's Restaurant, gak punya resepnya ... mau browsing di internet dulu, kelamaan ... ya udah dibikin acar kuning aja, toh Emas'nya suka ... he-he-he ...


Acar Kuning Tenggiri

Bahan :

  • 500 g ikan tenggiri, potong setebal 1-1,5 cm
  • 1 sdm air jeruk lemon
  • 10 buah bawang merah kecil, kupas, biarkan utuh
  • 10 buah cabai rawit hijau, buang tangkainya
  • 3 buah cabai merah besar, iris bulat 1 cm
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 lembar duan jeruk
  • 200 ml air
  • garam, gula pasir dan cuka sesuai selera

Bumbu Halus :

  • 3 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri
  • 1 sdt merica bulat
  • 2 sdt jahe cincang
  • 1 sdt kunyit cincang
  • 1 sdm garam

Cara Membuat :

  • Cuci ikan lalu lumuri dengan air jeruk lemon. Diamkan selama 15 menit. Goreng hingga kering dan matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.
  • Tumis bumbu halus bersama serai dan daun jeruk hingga harum. Tambahkan bawangmerah utuh, cabai rawit dan irisan cabai merah, aduk rata. Tuangi air dan biarkan hingga mendidih.
  • Masukkan ikan, bubuhi dengan garam, gula pasir dan cuka. Jangan lupa dicicipi agar bumbunya pas dengan selera.
  • Masak terus hingga kuah agak berkurang dan bumbu meresap.


Wednesday, May 17, 2006

donat yang gagal ...

Dilihat dari penampakannya, donat di atas kan kelihatan delicious yach ... tapi kalo dirasain, kerasnya poll ... baru diangkat dari oven aja dah keras, apalagi kalo udah dingin yach ...

Hiks, sedih dah ... ceritanya, waktu jalan-jalan ke Home Centre, Adit liat cetakan yang lucu ... langsung aja diambil tanpa boleh diminta lagi ... apalagi karena di box'nya ada gambar donat yang lucu-lucu ...

Nha, giliran Nda'nya yang pusing ... selama ini, kalo bikin donat ya yang digoreng gitu, dah gitu karena saking malesnya, pakenya adonan donat instan yang pasti jadi ... lha sekarang mesti bikin donat dari adonan cair yang penyelesaiannya pake cara dipanggang, gaswat dah ...

Akhirnya, dengan semangat 45 hunting resep di internet dan nemu resep donat yang dimaksud di "dapur ngebul terus" ... cuma kok adonannya nanggung yach, cair engga padet juga engga ... so, dituang ke cetakan terlalu padet tapi mau dibentuk pake tangan juga terlalu lembek ... dapet ide pake spuit, bisa dah ... en then, dipanggang dah ... eng ing eng ... diintip dari kaca jadinya bangus euy, mengembang dengan indah, he-he-he ... tapi hiks, begitu dikeluarin dan dirasain, kok keras yach ... jadi mirip kue kering ... wah, mesti hunting resep lagi nich ...

Oya, bagi yang pengen tau penampakan cetakannya, seperti gambar di bawah ini lho ...


asem-asem buncis ...

Asem-asem buncis ini adalah salah satu makanan favorit saya waktu masih di Semarang so ibu sering sekali bikin ... tapi selama di Kuwait kayaknya saya belum pernah memasaknya ... pertama karena Emas'nya high cholesterol (so gak banyak makan daging) en high uric acid (so menghindari buncis yang mengandung purin tinggi) ... tetapi, karena hasil check up terakhir kadar cholesterol ma uric acid'nya dah normal, so saya iseng-iseng bikin ni masakan ... ternyata Emas'nya doyan, malah dibawa bekel ke pabrik ...

Ni masakan rasanya nano-nano, ada asemnya, ada manisnya dan ada pedesnya ... cuma kalo di Semarang biasa pake belimbing wuluh buat rasa asemnya, disini terpaksa digenti ama air asam jawa ... tapi rasanya tetep sama kok ... uenakkkkk ...


Asem-asem Buncis

Bahan :

  • 500 g tetelan sapi
  • 1 L air
  • 500 g buncis, iris serong
  • 2 lembar daun salam
  • 2 iris lengkuas, digeprak
  • 2 sdm air asam jawa
  • 3 sdm kecap manis

Bumbu :

  • 5 butir bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • 3 buah cabai merah besar, iris bulas 1 cm
  • 2 sdm gula merah
  • 1 sdt garam

Cara Membuat :

  • Rebus tetelan dalam 1 L air hingga empuk. Angkat tetelan dan potong dadu 1,5 cm. Sisihkan.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Tambahkan daun salam, lengkuas dan cabai merah. Aduk hingga layu.
  • Masukkan irisan daging dan buncis. Tuangi kaldu. Bubuhi dengan gula merah, garam, air asam jawa dan kecap manis. Masak hingga buncis matang dan kuah meresap. Jika suka, sesaat sebelum diangkat bisa ditambahkan irisan tomat.
  • Angkat dan sajikan.

Tuesday, May 16, 2006

gado-gado ...

Ketika lagi setrika, tiba-tiba pengen gado-gado ... kayaknya seger dech, kebetulan masih punya lontong juga ... so, dengan bahan seadanya di rumah, jadilah gado-gado buat makan malam ... gak pas yach, kan gado-gado cocoknya dimakan siang-siang ... btw, enak aja tuch, he-he-he ...


Gado-Gado

Bahan :

  • Lontong, potong-potong
  • 2 buah kentang ukuran sedang, kukus, potong-potong
  • 4 butir telur, rebus, belah 4 bagian
  • 1 buah tahu, goreng, potong-potong
  • 50 g tauge, seduh air panas, tiriskan
  • 2 lembar kol, iris halus
  • 1 buah tomat, belah 8 bagian
  • 1 tangkai seledri, iris halus
  • bawang merah goreng untuk taburan
  • kecap manis
  • kerupuk udang

Sambal Kacang :

  • 100 g kacang tanah goreng, haluskan
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 4 buah cabai rawit
  • 1 cm kencur
  • 2 lembar daun jeruk
  • 100 ml kaldu/air
  • 2 sdm gula merah
  • 1/2 sdt garam

Cara Membuat :

  • Sambal Kacang : haluskan bawang putih, cabai merah, cabai rawit dan kencur lalu tumis bersama daun jeruk hingga harum. Masukkan kacang tanah halus dan tuangi kaldu. Tambahkan gula merah dan garam. Masak sambil diaduk hingga kental dan berminyak. Angkat.
  • Penyajian : tata potongan lontong, kentang, telur, tahu, tauge dan irisan kol dalam piring saji. Beri sambal kecap dan taburi dengan irisan seledri serta bawang merah goreng. Sajikan dengan kecap manis dan kerupuk udang.

Monday, May 15, 2006

bubur kacang ijo & bubur ketan item ...

Pagi-pagi sarapan bubur kacang ijo sama bubur ketan item adalah suatu kemewahan ... karena untuk bisa menikmatinya, harus berjuang dulu membuatnya ... gak kayak kalo di Indonesia, dengan uang 5000 rupiah aja kita sudah dapat menikmatinya hangat-hangat ... btw, tetep saja saya bersyukur ... karena kalo tetep di Indonesia, mungkin saya gak bakalan bisa bikin makanan sesederhana bubur sekalipun, he-he-he ...

Buat tetangga jauh, ma'af kalo buburnya gak sampai ke rumah, habis delivery service'nya on duty sich ... sementara saya sendiri angkat tangan kalo mesti berpanas-panas ria keluar rumah, he-he-he ... takut KO kayak dulu lagi ...


Bubur Kacang Ijo

Bahan :

  • 200 g kacang ijo, rendam 2-3 jam
  • 100 g gula jawa, sisir halus
  • 100 g gula pasir (sesuai selera)
  • 1/4 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • 1 lembar daun pandan, robek-robek, simpulkan
  • 500 ml santan sedang
  • 1 sdm tepung beras, cairkan dengan 2 sdm air

Cara Membuat :

  • Rebus kacang ijo dan daun pandan dalam 500 ml air hingga lunak. Jika belum lunak, tambahkan air panas secukupnya.
  • Jika sudah lunak, masukkan gula jawa, gula pasir, garam, vanili bubuk dan santan. Masak terus sambil diaduk hingga mendidih.
  • Tambahkan larutan tepung beras, masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat dan sajikan dengan saus santan.

Bubur Ketan Item

Bahan :

  • 200 g ketan item, rendam 3 jam
  • 100 g gula pasir (jika suka manis bisa ditambah)
  • 1/4 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 L air

Saus Santan, didihkan sambil diaduk :

  • 1 kaleng (400 ml) coconut milk
  • 1/4 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan

Cara Membuat :

  • Rebus ketan item dan daun pandan dalam 1 L air hingga lunak. Tambahkan air panas jika perlu.
  • Jika sudah lunak, masukkan gula pasir dan garam. Aduk-aduk hingga matang. Angkat dan sajikan dengan saus santan.

Sunday, May 14, 2006

shrimp tempura ...

Ini adalah makanan kesukaan si kecil ... tiap makan di Pattaya Restaurant, dia bisa habis 3 walo cuma kulitnya aja, soalnya dia makan fried rice juga ... makanya ketika punya udang, saya suka bikinin ... tapi ternyata, hiks ... dia cuma makan dikit, gak selahap kalo makan tempuranya Pattaya ... mesti belajar sama kokinya kali yach ... he-he-he ...

lontong sayur campur ...

Yap ... menu hari ini adalah lontong sayur ... jadoel (maksudnya sebelum punya anak), kalo bikin lontong sayur tu ayam sekalian dicemplungin ke sayurnya, jadi cuma sekali masak aja ... tapi karena sekarang dan punya anak dan anaknya gak doyan pedes, makanya tu ayam dimasak terpisah sebagai "opor ayam", he-he-he ... maklum, si kecil paling demen sama yang namanya "lontong pake kuah yellow" alias "lontong opor" ... en sebagai gentinya, dimasukinlah si udang kedalam sayur ... yummyyyyyyyy ....

Sayur Campur

Bahan :

  • 100 g udang ukuran sedang, kupas, sisakan ekornya
  • 1 buah labu siam ukuran sedang, kupas, potong korek api
  • 5 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
  • 5 buah tahu pong ukuran kecil, potong-potong
  • 10 buah petai, belah dua (jika suka)
  • 2 buah cabai merah besar, buang bijinya, iris serong tipis
  • 1 lembar daun salam
  • 2 iris tipis lengkuas
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 L santan sedang
  • garam & gula pasir secukupnya

Bumbu Halus :

  • 3 buah cabai merah besar
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih

Cara Membuat :

  • Tumis bumbu halus bersama cabai merah iris hingga harum dan matang. Tambahkan daun salam, lengkuas dan daun jeruk, aduk-aduk hingga layu.
  • Masukkan udang, aduk-aduk hingga berubah warna. Tambahkan labu siam, kacang panjang dan tahu. Tuangi santan masak terus hingga mendidih.
  • Bubuhi garam dan gula pasir. Aduk rata dan masak terus hingga kuah agak berminyak. Tambahkan petai, aduk-aduk lalu angkat.
  • Sajikan dengan lontong dan opor ayam.

Untuk resep opor ayam dapat dilihat pada "lontong kuah yellow" di bawah ...

Friday, May 12, 2006

our family's friend ...

Wah, ternyata arisan kemaren emang bener-bener special ... selain foto-foto sama temen-temen, masing-masing juga foto sama keluarga ... lah ternyata kami sama-sama ga punya foto keluarga lengkap ... bukannya karena jarang ketemu, tapi karena lebih sering pergi sendiri-sendiri jadi gak ada yang ngambilin gambarnya ... hiks, menyedihkan sekali ya ... btw, inilah foto keluarga kami dan foto temen-temen beserta keluarganya ...

Emas, Saya dan Aditya

Pakde Yusuf, Mama Eva, Teh Aya & Alvan

Om Somad, tante Dewi, teh Dila & Fariza

Om Handoko, tante Ayu, mas Gama & Marvel

Om Yudi & tante Eneng

Thursday, May 11, 2006

satay party, again ...

Dua minggu lalu dah satay party e minggu ini satay party lagi ... dah gitu tempatnya sama pula di egaila beach ... but acaranya beda ... kalo dulu acara sepakbola, satean kali ini acaranya arisan, he-he-he ... seru juga euy ngadain arisan outdoor gini ... so walopun anggotanya cuma dikit, acaranya tetep rame karena kita banyak ketawa ...

Untuk urusan bakar-membakar, seperti biasa, diserahin ke bapak-bapak ... he-he-he ... tapi ternyata mereka pada curang, begitu mateng langsung nyicipi ... pantes aja pada anteng ...

Trus, sementara bapak-bapaknya sibuk bakar sate, anak-anaknya juga sibuk maen pasir ... lah, emak-emaknya pada kemana ya kok gak keliatan ?


He-he ... ternyata lagi pada sibuk jadi model ... sambil gossip sana sini ya foto-fotoan lah, kan jarang-jarang bisa ngumpul foto bareng gini ... soalnya kalo arisan di rumah kan gak pernah di foto, he-he-he ...

ki-ka : mbak Ayu, saya, teh Eva, Dewi, teh Eneng plus Fariza

chicken wing satay ...

Ketika lagi ngubek-ubek nyari resep wingko, tiba-tiba nemu resep sate ayam yang unik di detikfood.com (he-he, kok bisa ya) ... kalo biasanya yang dibikin sate adalah dagingnya, nha resep ini pake sayapnya ... wah cocok ni buat yang suka ngerikitin tulang ayam kayak saya, he-he-he ...

Akhirnya, kenapa gak dicoba aja ... enak juga lho karena sayap kan ada kulitnya, so lebih gurih dari pada sate daging ayam aja ... cuma gara-gara motretnya keburu-buru mau maghrib jadi ya penampakannya agak-agak tidak menarik ... btw, rasanya ditanggung kok ... coba aja kalo gak percaya ...


chicken wing satay

Bahan :

  • 20 buah sayap ayam
  • tusuk sate

Bumbu Perendam, aduk rata :

  • 1 sdm olive oil
  • 3 sdm kecap manis
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • 1/4 buah bawang bombay, iris halus
  • 1/2 sdt ketumbar bubuk
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam

Sambal Kacang :

  • 3 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 4 buah cabai rawit merah
  • 1 sdm olive oil
  • 2 lembar daun jeruk
  • 100 g kacang tanah goreng, haluskan
  • 50 g gula merah, sisir
  • 1/2 sdt garam
  • kaldu rebusan sayap ayam
  • 5 buah cabai rawit hijau, iris tipis

Cara Membuat :

  • Potong sayap ayam menjadi 3 bagian. Sisihkan bagian bawah dan ujungnya lalu buat kaldu (untuk sambalnya). Belah bagian tengah sayap ayam hingga tampak tulangnya.
  • Lumuri sayap ayam dengan bumbu perendam dan simpan dalam kulkas selama 2-3 jam agar bumbu meresap.
  • Tusuk masing-masing 2 potong sayap ayam dengan tusuk sate.
  • Bakar di atas bara hingga matang dan kering kedua sisinya. Angkat dan sajikan dengan sambal kacang.
  • Sambal Kacang : haluskan bawang putih, cabai merah dan cabai rawit lalu tumis hingga matang. Tambahkan daun jeruk, aduk hingga layu. Masukkan kacang tanah goreng, gula merah dan garam, aduk hingga rata. Tuangi kaldu beserta potongan sayap ayamnya. Masak sambil diaduk hingga kental dan berminyak. Angkat dan taburi irisan cabai rawit.

wingko ala kuwait ...

Sebagai orang asli Semarang, kadang malu juga kok gak bisa bikin oleh-oleh khas Semarang yang satu ini ... makanya, dengan semangat tinggi saya ngubek-ubek nyari resep wingko di internet ... apalagi mau ke arisan (biasa bawa kue ni) ... kan malu kalo tiap ada acara bawanya molen ato bolu kukus melulu ...

Akhirnya, nemu resep wingko ala dapur mama ... cuma karena agak encer, jumlah tepung ketan ma kelapa'nya ditambah en karena saya pake kelapa parut yang udah manis, maka jumlah gulanya juga saya kurangi ... lumayan, walo agak gosyong dikit, rasanya cukup sukses kok untuk ukuran orang yang baru pertama kali bikin, he-he-he ...


Wingko

Bahan :

  • 4 putih telur
  • 300 g gula pasir (resep asli 350 g)
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • 1 sdt garam
  • 300 g tepung ketan (resep asli 250 g)
  • 1 bgks (396 g) Baker's coconut sweetened (resep asli 250 g kelapa parut)
  • 600 ml santan (better dikurangi karena menurut saya masih terlalu encer)
  • 2 kuning telur, untuk olesan

Cara Membuat :

  • Kocok putih telur, gula pasir, vanili bubuk dan garam selama 10 menit hingga kental.
  • Tambahkan tepung ketan dan kelapa parut secara bertahap sambil diaduk dengan sendok kayu.
  • Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga rata lalu tuangkan kedalam loyang yang telah dioles margarin dan dialasi kertas roti.
  • Panggang dalam oven dengan suhu 150'C selama 20 menit hingga setengah matang. Keluarkan dari oven dan olesi permukaannya dengan kuning telur.
  • Panggang kembali selama 30 menit hingga matang. Angkat dan keluarkan wingko dari loyang. Dinginkan dan potong-potong sebelum dihidangkan.

Wednesday, May 10, 2006

fry day ...

Sejak semalam dah bilang ke Emas, kalo hari ini masaknnya cuti ... soalnya udah di planning mau goreng-goreng ... maklum, stok bawang merah dan bawang putih dah habis ...

Yang pertama jadi korban adalah krupuk udang ... en berhubung dah janji mau bawa krupuk ke acara satean Kamis besok, maka gorengnya mesti banyakan ... yup, dapat 1 box sedang krupuk udang ...

Tanpa break dilanjut dengan menggoreng bawang merah ... mayan, kemaren nemu bawang merah yang gedhe-gedhe di Al Madinah ... ambil 2 kilo lebih sekalian, mumpung ada, he-he-he ... dikupas dan diiris dengan bercucuran air mata ... so, jadilah 1 box bawang merah goreng yang crispy ... ayem dah kalo punya stock bawang merah goreng ... he-he-he ... soalnya, males banget kalo mesti goreng dikit-dikit tiap masak ...

En yang terakhir adalah giliran si bawang putih ... ternyata gorengnya lebih susah dari bawang merah euy ... mesti diangkat sebelum coklat bener, soalnya kalo diangkat dah coklat, hasil akhirnya jadi gelap a.k.a gosyong ...

Horeeeeee ... lega dah punya stock bawang merah dan bawang putih goreng berlimpah ... biasanya, tiap pulang dari Indonesia, saya selalu dibekeli bawang merah dan bawang putih goreng masing-masing 1 toples sama ibu tercinta (tau kan kalo anaknya ni super malas), cuma ternyata dah keburu habis sebelum pulang lagi ... he-he-he ...

Saturday, May 06, 2006

i'm the magician ...

Seperti biasanya, tiap hari libur si kecil selalu mengajak maen ke beach sekalian breakfast ... so, Jum'at 5 Mei kemaren gitu juga ... pagi-pagi dia udah bangun dan langsung ngajak ke beach ... sayang, lagi windy so gak nyaman banget kalo mesti sarapan di beach ... akhirnya, setelah sejenak bermain pasir dan Emas'nya jogging, kamipun sarapan di Fahaheel Garden yang cuma nyeberang saja dari Al-Kout Beach ...

Cuma, gara-gara kena angin di pantai, nyampai di rumah jadi pengen makan yang anget-anget dah ... so, di luar kebiasaan (karena biasanya kalau hari libur masaknya libur juga), mulailah bersibuk ria di dapur bikin bakso malang .. tapi, gara-gara gak direncanain, jadinya ya terpaksa memanfaatkan bahan yang ada ... buat kaldunya terpaksa pake buntut sapi karena ga punya tulang berdaging en buat pangsitnya pake kornet ... waks, keasinan euy ...

By the way, akhirnya jadilah bakso malang lengkap ... ada mie kuning, tahu (tapi tanpa isi), bakso goreng, pangsit goreng plus bakso kuah ... mayan lah ... he-he-he ...

Nah buat hari ini nich yang bingung mau masak apa ... buat belanja dulu gak mungkin, karena Emas lagi sibuk ngecat rumah mumpung si kecil sekolah ... so, otak mesti diputar nich ...

Kuah bakso kemaren masih ada ... angkat baksonya yang nyisa 5 biji, di panci tinggal buntut plus kuahnya ... ditambah kentang, wortel, tomat, dan irisan daun bawang ...

Yap, sim salabim ... jadilah sup buntut ... he-he-he, toh bumbunya sama aja, bawang putih ma merica ... tinggal taburin irisan seledri ma bawang merah goreng ... sapa coba yang ga kepengen ?? ....

Tuesday, May 02, 2006

jika pare bertemu dengan udang ...


He-he ... judul di atas agak nipu ya, karena si pare gak ketemu udang dalam satu wajan tetapi cuma ketemu di piring makan aja ... yap, menu hari ini adalah oseng pare dengan teri, sambal udang petai dan bacem tahu tempe ... plus krupuk tentunya ...


Sambal Udang Petai

Bahan :

  • 500 g udang ukuran sedang, buang kepalanya
  • 15 buah mata petai, belah dua
  • 1 batang serai, memarkan bagian putihnya
  • 3 lembar daun jeruk
  • 3 iris tipis jahe

Bumbu Halus :

  • 8 buah cabai merah besar
  • 8 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir

Cara Membuat :

  • Goreng udang hingga setengah matang. Angkat dan tiriskan. Sisihkan.
  • Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan serai, daun jeruk dan jahe, aduk-aduk hingga layu.
  • Masukkan udang, aduk rata dan masak hingga sambal berminyak. Jika perlu, tambahkan sedikit air.
  • Sesaat sebelum diangkat, masukkan petai. Aduk hingga rata lalu angkat. Sajikan.

Oseng Pare Teri

Bahan :

  • 500 g pare, kupas, buang bijinya, iris tipis
  • 50 g teri medan, goreng kering
  • 2 lembar daun salam
  • 2 iris tipis lengkuas
  • 5 buah cabai hijau, iris serong tipis
  • 4 butir bawang merah, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, iris tipis
  • garam & gula pasir secukupnya

Cara Membuat :

  • Remas-remas irisan pare dengan garam hingga berbusa. Cuci bersih dan tiriskan. Ulangi hingga beberapa kali agar pare tidak pahit. Sisihkan.
  • Tumis cabai, bawang merah dan bawang putih hingga harum. Tambahkan daun salam dan lengkuas, aduk-aduk hingga layu.
  • Masukkan pare dan tambahkan sedikit air. Masak hingga pare matang.
  • Tambahkan teri goreng, aduk hingga rata lalu angkat. Sajikan.

gudeg plus ...


Adit seneng sekali makan sama gudeg, kalau bundanya masak gudeg dia bisa berkali-kali makan dalam sehari ... bahkan kadang-kadang sudah di tempat tidur juga masih minta makan nasi sama gudeg ... so, gak perlu heran kalau hampir tiap minggu bikin gudeg ...

Bahan :
  • 1 kg nangka muda, kupas, potong-potong, rebus sampai empuk
  • 500 g tulang iga berdaging, rebus dalam 1 L air sampai empuk
  • 500 ml santan
  • 3 lembar dan salam
  • 3 iris tipis lengkuas
  • 150 g gula jawa yang berwarna gelap

Bumbu Halus :

  • 15 butir bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 1 sdm ketumbar sangrai
  • 1/2 sdt jintan sangrai
  • 1 sdt garam

Cara Membuat :

  • Tata daun salam dan irisan serai di dasar panci. Masukkan potongan nangka, bumbu halus, gula jawa dan iga beserta kaldunya.
  • Tuangi santan dan rebus hingga santan menyusut dan bumbu meresap.

Untuk menu kali ini, si gudeg ditemani sama zubaidi goreng (di Indonesia namanya ikan dorang) plus sambal tomat dan krupuk ...

Lilypie 5th Birthday PicLilypie 5th Birthday Ticker Daisypath Ticker